Selasa, 10 Mei 2011
seperempat abad
ini hari pertamaku di usia seperempat abad. ya, 25 tahun umurku. umur yang diberikan Tuhan untukku.
9 Mei 2011
Tepat tengah malam, aku dibangunkan oleh seorang teman kos. Kak, bisa kita liat Emi, dia lagi sakit. Kambuh penyakitnya. katanya. akhirnya dengan sedikit panik, akupun bergegas keluar kamar dan menuju kamar teman yang sakit itu.
Karena kamarku dan kamar teman yang sakit saling membelakangi, jadi aku harus memutar ke arah depan. Koridor ujung tampak gelap. begitu pula Teras depan. Hm.. kenapa lampunya mati? Tanyaku pada teman tersebut. lalu akupun menyalakan lampu teras.
Dengan langkah tergesa aku menuju kamar ujung yang tampak terbuka. tampak terlihat banyak sendal. Akupun masuk. Emi.. sapaku. Ah. tidak ad orang, Kuulangi lagi memanggil dan masuk kedalam. Tidak ada orang. Aku mulai panik mungkin Emi sudah dibawa ke taksi untuk ke rumah sakit. Pikirku. Mana Emi ? tanyaku pada teman yang memanggil tadi. Aku lalu keluar kamar sambil berusaha melihat ke arah jalan. Jangan2 mereka sedang berkumpul untuk mencari taksi. namun dari ujung kamar yang kosong, aku melihat ada cahaya lilin. akupun mendekat.
Subhanallah.. seorang teman memegang lilin dengan hati-hati, lalu teman2 yang lain juga muncul.. Selamat ulang tahun.. kami ucapkan.
Aku terharu dan bahagia ternyata mereka mengejutkan untuk merayakan hari ulang tahunku.
25 itu angka yang tertera pada lilin diatas kue tart berbentuk hati. terima kasih teman.. teman.. terima kasih. ini kado terindah seumur hidupku. Aku terharu ketika meniup lilin itu.
Spontan, mereka membasahiku dengan telur dan terigu.. ha..ha..
Kamipun menikmati kue tart tersebut, tidak lupa kami berperang kue. Rame dan meriah malam itu.
Kendari, 10 Mei 2011
hari pertama di seperempat abad umurku
9 Mei 2011
Tepat tengah malam, aku dibangunkan oleh seorang teman kos. Kak, bisa kita liat Emi, dia lagi sakit. Kambuh penyakitnya. katanya. akhirnya dengan sedikit panik, akupun bergegas keluar kamar dan menuju kamar teman yang sakit itu.
Karena kamarku dan kamar teman yang sakit saling membelakangi, jadi aku harus memutar ke arah depan. Koridor ujung tampak gelap. begitu pula Teras depan. Hm.. kenapa lampunya mati? Tanyaku pada teman tersebut. lalu akupun menyalakan lampu teras.
Dengan langkah tergesa aku menuju kamar ujung yang tampak terbuka. tampak terlihat banyak sendal. Akupun masuk. Emi.. sapaku. Ah. tidak ad orang, Kuulangi lagi memanggil dan masuk kedalam. Tidak ada orang. Aku mulai panik mungkin Emi sudah dibawa ke taksi untuk ke rumah sakit. Pikirku. Mana Emi ? tanyaku pada teman yang memanggil tadi. Aku lalu keluar kamar sambil berusaha melihat ke arah jalan. Jangan2 mereka sedang berkumpul untuk mencari taksi. namun dari ujung kamar yang kosong, aku melihat ada cahaya lilin. akupun mendekat.
Subhanallah.. seorang teman memegang lilin dengan hati-hati, lalu teman2 yang lain juga muncul.. Selamat ulang tahun.. kami ucapkan.
Aku terharu dan bahagia ternyata mereka mengejutkan untuk merayakan hari ulang tahunku.
25 itu angka yang tertera pada lilin diatas kue tart berbentuk hati. terima kasih teman.. teman.. terima kasih. ini kado terindah seumur hidupku. Aku terharu ketika meniup lilin itu.
Spontan, mereka membasahiku dengan telur dan terigu.. ha..ha..
Kamipun menikmati kue tart tersebut, tidak lupa kami berperang kue. Rame dan meriah malam itu.
Kendari, 10 Mei 2011
hari pertama di seperempat abad umurku
Jumat, 29 April 2011
usai hujan
Hujan kali ini, membawaku kembali pada hari itu. Hari pertama kita menyusuri jalan di kota Makassar. Kau ingin mengajakku menyusuri pantai Losari. Tiba-tiba, langit yang tadinya cerah berbintang, tiba-tiba kelam. Guntur dan kilat, serta angin datang memberi kabar bahwa sebentar lagi hujan akan menemani.
Kaupun memutuskan mamcu kecepatan motor untuk balik pulang. Namun, hujan tak berkompromi. Ia turun dengan derasnya. Kitapun berteduh di Halte dekat lapangan Karebosi. Tak cuma kita yang berada di halte, beberapa orang akhirnya menyudahi usahanya dengan memilih berteduh di halte itu.
Hujan bertambah deras. Tempiasan air membasahi kita. Hampir 2 jam kita berteduh, walaupun sebenarnya tepatnya tidak berteduh, karena sebagian badan sudah basah oleh air hujan yan gdibawah oleh angin. Atap halte yang kecil tidak mampu melindungi orang-orang yang berteduh dibawahnya. Akhirnya kami juga ikut basah.
Kini, kisah itu menjadi kenangan. Bersama dengan usainya hujan kali ini
Kaupun memutuskan mamcu kecepatan motor untuk balik pulang. Namun, hujan tak berkompromi. Ia turun dengan derasnya. Kitapun berteduh di Halte dekat lapangan Karebosi. Tak cuma kita yang berada di halte, beberapa orang akhirnya menyudahi usahanya dengan memilih berteduh di halte itu.
Hujan bertambah deras. Tempiasan air membasahi kita. Hampir 2 jam kita berteduh, walaupun sebenarnya tepatnya tidak berteduh, karena sebagian badan sudah basah oleh air hujan yan gdibawah oleh angin. Atap halte yang kecil tidak mampu melindungi orang-orang yang berteduh dibawahnya. Akhirnya kami juga ikut basah.
Kini, kisah itu menjadi kenangan. Bersama dengan usainya hujan kali ini
Jumat, 15 April 2011
Kamis, 27 Januari 2011
TAHUN 2011
Tahun 2011. tahun penuh harapan
Setahun sudah aku mengadu nasib di kendari.
Mereguk manis dan pahitnya hidup di tanah rantau.
Demi sebuah kristal dari keringat yang mengucur.
Tahun ini aku berharap lebih baik dari tahun kemarin.
Kendari, 27 Januari 2011
Tepat setahun ngekos di as. Fajar
Setahun sudah aku mengadu nasib di kendari.
Mereguk manis dan pahitnya hidup di tanah rantau.
Demi sebuah kristal dari keringat yang mengucur.
Tahun ini aku berharap lebih baik dari tahun kemarin.
Kendari, 27 Januari 2011
Tepat setahun ngekos di as. Fajar
Rabu, 27 Oktober 2010
(masih) setahun lalu
ingat tak hilang
cerita bergulir kembali
menguraikan cinta..
20 purnama lalu kisah ini bermula
janji terikrar
ada tangis tawa mebemani
semua menjadi berwarna
merah, seanggun almamater kita
hijau serimbun daun ki hujan di tepi danau
sebiru langit barombong
jingga memendar di ufuk barat tanjung
kini, seluruh warna itu hampir menjadi abu-abu
cepatlah kembali..
bawakan tandu itu untukku
biarkan hari kembali berwarna
kendari, 28 oktober 2010
cerita bergulir kembali
menguraikan cinta..
20 purnama lalu kisah ini bermula
janji terikrar
ada tangis tawa mebemani
semua menjadi berwarna
merah, seanggun almamater kita
hijau serimbun daun ki hujan di tepi danau
sebiru langit barombong
jingga memendar di ufuk barat tanjung
kini, seluruh warna itu hampir menjadi abu-abu
cepatlah kembali..
bawakan tandu itu untukku
biarkan hari kembali berwarna
kendari, 28 oktober 2010
Jumat, 22 Oktober 2010
setahun yang lalu
Setahun yang lalu...
Permintaan ku naikan ke langit
Yaa Rabb, Engkau yang Maha berkehendak, menjadikan apa yang akan terjadi
Jika ini adalah rezekiku, Permudahkanlah segala urusanku..
Hari ini...
Permintaan ku naikan ke langit
Yaa Rabb, Engkau Maha berkehendak, menjadikan apa yang akan terjadi
Permudahkanlah urusan mereka.. tuntunlah mereka..
Amiien
Kampus Poltekkes Andounohu, 23 Oktober 2010
buat ka Reni, Dian, yenti : terima kasih banyak, semoga Allah selalu mencurahkan kebahagian buat kalian.
Permintaan ku naikan ke langit
Yaa Rabb, Engkau yang Maha berkehendak, menjadikan apa yang akan terjadi
Jika ini adalah rezekiku, Permudahkanlah segala urusanku..
Hari ini...
Permintaan ku naikan ke langit
Yaa Rabb, Engkau Maha berkehendak, menjadikan apa yang akan terjadi
Permudahkanlah urusan mereka.. tuntunlah mereka..
Amiien
Kampus Poltekkes Andounohu, 23 Oktober 2010
buat ka Reni, Dian, yenti : terima kasih banyak, semoga Allah selalu mencurahkan kebahagian buat kalian.
Langganan:
Postingan (Atom)